malam ini ..
sunyi merasuki sepi..
hanya bayangmu yang nampak di pilah gorden usang ini ..
sedikit gila tampaknya ,
namun beribu makna
melepas isak ,tak bernoda ..
maaf,tak seperti dahulu
ribuan candaan mendayu - dayu ,
mengisi perkataan dengan bahasa kelabu ..
kini ,kesibukan merajai tubuh !
melukai perasaan amat terpadu ..
kefeodalan kita berlalu
aku terkejar bayang-bayang samar
berusaha hindarkan muka dari muka - muka hina
telusuri cakrawala ,entah kemana
teriakku " tolong" !
suara gemuruhku bahkan kalahkan tajamnya sapaan gemuruh ombak meranggutkan dewi malam.
tetapi ,
tak satupun mendengar ..
berusaha hindarkan muka dari muka - muka hina
telusuri cakrawala ,entah kemana
teriakku " tolong" !
suara gemuruhku bahkan kalahkan tajamnya sapaan gemuruh ombak meranggutkan dewi malam.
tetapi ,
tak satupun mendengar ..
injak aku wahai purnama !
biarkan darah ini mengalir,
mengalir sampai telaga tujuan
yang penuh dengan ratapan
bahawan dengan atasan .
biarkan darah ini mengalir,
mengalir sampai telaga tujuan
yang penuh dengan ratapan
bahawan dengan atasan .
Pagi memaksaku tuk lenyapkan kisah mimpi
Bak gemuruh menembus tajamnya dingin
Pagi itu langit masih bercadar
Burung - burung bersenandung menyisir dunia,
Mendengkur pula...
Menyambung awan - awan,bertangkai hujan
Tangkai yang semakin memanjang,lalu dicurahkan
Membuat semangat daku,
Tuk lanjutkan perjalanan menerkam ilmu.
Bak gemuruh menembus tajamnya dingin
Pagi itu langit masih bercadar
Burung - burung bersenandung menyisir dunia,
Mendengkur pula...
Menyambung awan - awan,bertangkai hujan
Tangkai yang semakin memanjang,lalu dicurahkan
Membuat semangat daku,
Tuk lanjutkan perjalanan menerkam ilmu.
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Me on Twitter!
- "Join Me on Facebook!
- RSS
Contact