waktu,
tak berujung,tak bermula
waktu,
memberi tahu kisah kita
kisah yang telah terjalin lama
namun sayang,
ingat saat-saat kita bersapa?
tegur,canda dan tawa..
mungkin kini hilang
rekah..
datanglah kembali padaku
aku pesakitan!
malam ini ..
sunyi merasuki sepi..
hanya bayangmu yang nampak di pilah gorden usang ini ..
sedikit gila tampaknya ,
namun beribu makna
melepas isak ,tak bernoda ..
maaf,tak seperti dahulu
ribuan candaan mendayu - dayu ,
mengisi perkataan dengan bahasa kelabu ..
kini ,kesibukan merajai tubuh !
melukai perasaan amat terpadu ..
kefeodalan kita berlalu
sunyi merasuki sepi..
hanya bayangmu yang nampak di pilah gorden usang ini ..
sedikit gila tampaknya ,
namun beribu makna
melepas isak ,tak bernoda ..
maaf,tak seperti dahulu
ribuan candaan mendayu - dayu ,
mengisi perkataan dengan bahasa kelabu ..
kini ,kesibukan merajai tubuh !
melukai perasaan amat terpadu ..
kefeodalan kita berlalu
aku terkejar bayang-bayang samar
berusaha hindarkan muka dari muka - muka hina
telusuri cakrawala ,entah kemana
teriakku " tolong" !
suara gemuruhku bahkan kalahkan tajamnya sapaan gemuruh ombak meranggutkan dewi malam.
tetapi ,
tak satupun mendengar ..
berusaha hindarkan muka dari muka - muka hina
telusuri cakrawala ,entah kemana
teriakku " tolong" !
suara gemuruhku bahkan kalahkan tajamnya sapaan gemuruh ombak meranggutkan dewi malam.
tetapi ,
tak satupun mendengar ..
injak aku wahai purnama !
biarkan darah ini mengalir,
mengalir sampai telaga tujuan
yang penuh dengan ratapan
bahawan dengan atasan .
biarkan darah ini mengalir,
mengalir sampai telaga tujuan
yang penuh dengan ratapan
bahawan dengan atasan .
Pagi memaksaku tuk lenyapkan kisah mimpi
Bak gemuruh menembus tajamnya dingin
Pagi itu langit masih bercadar
Burung - burung bersenandung menyisir dunia,
Mendengkur pula...
Menyambung awan - awan,bertangkai hujan
Tangkai yang semakin memanjang,lalu dicurahkan
Membuat semangat daku,
Tuk lanjutkan perjalanan menerkam ilmu.
Bak gemuruh menembus tajamnya dingin
Pagi itu langit masih bercadar
Burung - burung bersenandung menyisir dunia,
Mendengkur pula...
Menyambung awan - awan,bertangkai hujan
Tangkai yang semakin memanjang,lalu dicurahkan
Membuat semangat daku,
Tuk lanjutkan perjalanan menerkam ilmu.
Terlihat segenggam roti yang beraroma pekat
mengundang para semut untuk mendekat
membentuk sebuah lakon
barisan yang berbentuk larik
terlontarkan sebuah pertanyaan,
kau ingin mengambil bagian seperti apa?
ya .. pertanyaan yang memang terdengar konyol bagi seekor semut ..
"aku ingin mengambil bagian yang sempurna "
semut - semut menelan sunyi,heran ..
"maaf,maksudku bagian dalamnya yang sempurna "
mengapa ?
"karena aku benci yang terbusuk "
mengundang para semut untuk mendekat
membentuk sebuah lakon
barisan yang berbentuk larik
terlontarkan sebuah pertanyaan,
kau ingin mengambil bagian seperti apa?
ya .. pertanyaan yang memang terdengar konyol bagi seekor semut ..
"aku ingin mengambil bagian yang sempurna "
semut - semut menelan sunyi,heran ..
"maaf,maksudku bagian dalamnya yang sempurna "
mengapa ?
"karena aku benci yang terbusuk "
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Me on Twitter!
- "Join Me on Facebook!
- RSS
Contact