Minggu, 19 Juli 2015
Malaikat Yang Penuh Luka
Ketika kamu jatuh kebumi,
Aku menengadahkan sayap …
Berusaha menangkap keindahanmu
Kembangkan lagi senyummu
Terlalu rapuh,yang tersisa hanya luka
Namun apakah hanya segurat luka,dapat menghentikan dikdayanya sebuah cinta?
Kamu terlalu bercahaya untuk aku hindarkan
Aku terlalu retak untuk berpura-pura tak kedinginan
Dan kita,kita terlalu angan untuk dipeersatukan
Aku tak peduli,ini sayang atau stuck
Aku Cuma mengikuti apa yang ada dibenak diri
Meski semuanya berakhir pada luka hati,luka hati lagi ..
Kamu terlalu bercahaya untuk aku hindarkan
Aku terlalu retak untuk berpura-pura kedinginan
Dan kita,kita terlalu angan untuk dipersatukan ..
Ahirnya aku mengatakan kalimat bagi mereka..
Yang gagal mendapatkan dia yang dipuja
Kalau jodoh,pasti bersama..
Tapi ada satu hal yang aku lupa
Ada “kalau” dalam kalimat
Yang selama ini membuatku tetap hidup
“Kalau” jodoh ..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar